BUGISWARTA.COM,
SOPPENG --- Acara Pegalaran Musik Tradisional Oni-Oni To Riolo Telah Sukses
dilaksanakan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI 72 bahkan mampu tercatat
di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dilaksanakan di
Lapangan Gasis Watansoppeng. Selasa 15 Agustus 2017.
Namun siapa sangka peragaan simfoni oni-oni to riolo melibatkan
2.772 pelajar siswa-siswi tingkat SD, SMP se-Kabupaten Soppeng dengan memainkan
alat musik Kecapi, Seruling, dan Gendang ternyata memakan pengorbanan yang
besar dari pihak sekolah itulah bakti semangat HUT RI.
Informasi yang diperoleh bugiswarta.com pihak sekolah mempersiapkan
segalanya untuk mensukseskan HUT RI 72 ini, termasuk pembiayaanya.
"Biaya yang kami keluarkan mulai dari latihan siswa, beli
peralatan dan lainnya lebih 1 juta,"kata salah satu bendahara sekolah yang
enggan dimediakan namanya.
Pihaknya pun mulai khawatir lantaran kegiatan tersebut diluar dari
perencanaan keuangan sekolah.
"pelaporannya nanti, bagaiman," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng Lukman mengatakan bahwa pihak dinas pendidikan tidak memaksa kepala sekolah untuk kegiatan pagelaran oni-oni to riolo.
"Intinya tidak ada pemaksaan kami berikan kepada sekolah untuk beli alat ono-ono to riolo,"ujarnya
kembali dia menegaskan bahwa pada saat melakukan pertemuan dengan 8 UPTD di kabupaten Soppeng tidak ada paksaan untuk membeli alat musik oni-oni to riolo.
"Artinya lebih jelas sesuai pertemuan kemarin bersama kepala sekolah, dan pihak UPTD, dari 8 kecamatan kami tidak wajibkan beli, dan kalau ada yang bisa pinjamkan kenapa tidak, kslsu misalnya seruling murah yang mampu dibeli, seruling saja di beli,'Ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng Lukman mengatakan bahwa pihak dinas pendidikan tidak memaksa kepala sekolah untuk kegiatan pagelaran oni-oni to riolo.
"Intinya tidak ada pemaksaan kami berikan kepada sekolah untuk beli alat ono-ono to riolo,"ujarnya
kembali dia menegaskan bahwa pada saat melakukan pertemuan dengan 8 UPTD di kabupaten Soppeng tidak ada paksaan untuk membeli alat musik oni-oni to riolo.
"Artinya lebih jelas sesuai pertemuan kemarin bersama kepala sekolah, dan pihak UPTD, dari 8 kecamatan kami tidak wajibkan beli, dan kalau ada yang bisa pinjamkan kenapa tidak, kslsu misalnya seruling murah yang mampu dibeli, seruling saja di beli,'Ujarnya.
(*****)